Apa sih enaknya pacaran jarak jauh?
Pertanyaan sederhana yang cukup sering mampir ke telinga saya akhir-akhir ini. Sebenarnya malas untuk bahas masalah ini secara langsung, soalnya jawabannya bisa menghabiskan waktu berjam-jam, beberapa gelas kopi dan beberapa bungkus rokok. he he he. Satu lagi, karena saya ga terlalu suka dengan istilah pacaran, tidak sregg aja. (saya tidak punya alternatif kata lain). Jawaban yang paling singkat untuk pertanyaan tersebut adalah TIDAK TAHU atau menjawab pertanyaan dengan mengajukan pertanyaan lagi.
Kalau yang bertanya orang yang lagi jomblo dan belum pernah long distance relationship biasanya dijawab dengan “Coba saja rasakan sendiri”.
Kalau yang sedang tidak jomblo jawaban yang paling pas adalah “Memang apa enaknya pacaran jarak dekat?“.
Kalau yang bertanya teman tetapi sudah menikah pertanyaannya menjadi: “Memang ada hubungannya antara jarak / lamanya berpacaran dengan kepastian terjadinya pernikahan?”
Kadang-kadang sering bingung sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Bagi saya pribadi, pertanyaan yang salah akan mengundang jawaban yang salah.
Kenapa pertanyaanya bisa salah?
Karena masalah hati itu susah untuk dimengerti, memerlukan banyak waktu dan kata untuk menjelaskannya.
ha ha ha… akhir-akhir ini sedang jadi konsultan cinta bagi beberapa klien yang sedang on fire dan off fire dengan pasangannya. Kamana atuh Cintah?
Posted in Ngacapruk