Posted by: udiens | December 11, 2007

Long Distance Tea Mah

Apa sih enaknya pacaran jarak jauh?

Pertanyaan sederhana yang cukup sering mampir ke telinga saya akhir-akhir ini. Sebenarnya malas untuk bahas masalah ini secara langsung, soalnya jawabannya bisa menghabiskan waktu berjam-jam, beberapa gelas kopi dan beberapa bungkus rokok. he he he. Satu lagi, karena saya ga terlalu suka dengan istilah pacaran, tidak sregg aja. (saya tidak punya alternatif kata lain). Jawaban yang paling singkat untuk pertanyaan tersebut adalah TIDAK TAHU atau menjawab pertanyaan dengan mengajukan pertanyaan lagi. :-)

Kalau yang bertanya orang yang lagi jomblo dan belum pernah long distance relationship biasanya dijawab dengan “Coba saja rasakan sendiri”.

Kalau yang sedang tidak jomblo jawaban yang paling pas adalah “Memang apa enaknya pacaran jarak dekat?“.

Kalau yang bertanya teman tetapi sudah menikah pertanyaannya menjadi: “Memang ada hubungannya antara jarak / lamanya berpacaran dengan kepastian terjadinya pernikahan?”

Kadang-kadang sering bingung sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Bagi saya pribadi, pertanyaan yang salah akan mengundang jawaban yang salah.

Kenapa pertanyaanya bisa salah?

Karena masalah hati itu susah untuk dimengerti, memerlukan banyak waktu dan kata untuk menjelaskannya.

ha ha ha… akhir-akhir ini sedang jadi konsultan cinta bagi beberapa klien yang sedang on fire dan off fire dengan pasangannya. Kamana atuh Cintah?

Responses

bukannya yang dekat juga ada? :mrgreen:

Dung-dung tak-tak, Rully, Rully. Ya Din, hal-hal yang kamu sebut itu, bersifat unik dan sangat menyangkut perasaan sekali.

Jadi tidak bisa menyimpulkan benar/salah sebelum merasakan sendiri.

@ A udiens: masalah hati ya? :D
@ rully: sedekat apa ly?? :p

boros pulsa …. ekh … itu mah bukan enaknya .. :))

@ipans

Bener juga mas ipans, resikonya kali :-)
Tapi saya heran mas, banyak juga pasangan yang bisa ketemu tiap hari, bisa jalan2 tiap malam minggu, bisa nonton bioskop bareng kapan saja, dan bisa candle light dinner tiap malam, masih saja sering sms dan telp tiap menit / jam bahkan sampai bela-belain beli hp cdma.

lebih boros mana ya? :-)

ada kesan tidak terungkap ketika kita memiliki hasrat -atau lebih tepatnya passion- untuk mencintai seseorang, ketika ruang, jarak dan waktu bisa terpecahkan oleh unsur teknologi, maka pemberian -saya kurang senang dengan istilah pengorbanan- akan terjawantahkan dalam bentuk-bentuk yang bisa ditolerir. kalau boros dan tidak, itu urusan perspektif aja aaah. hihihi

mau jauh, mau dekat, yang penting niat, toh pacaran jarak dekat juga tidak bisa menjamin kelanggengan sebuah hubungan, salah-salah malah memperlebar jalan ke arah maksiat,… hehehe.

Leave a response

Your response:

Categories