Harapku… Judul sebuah lagu lama. Lagu yang pernah diciptakan beberapa kawan saya (sebuah band) untuk saya semasa kuliah dulu. Sempat diputarkan di salah satu radio swasta di bandung secara live. Live terakhir saya nikmati lagu ini adalah pada saat pernikahan saya di Cafe Resep Dapurku, 12 Juli tahun 2008 lalu. Satu-satunya kado yang saya minta sebagai hadiah. Lagu ini diciptakan malam hari juga tahun 2003, di Gedung bengkok ITB (sekarang gedungnya sudah tinggal kenangan). Ternyata musik itu memang bisa menenangkan, tetapi menyaksikan bagaimana sebuah musik/lagu tercipta sungguh menakjubkan. Terima kasih untuk kesempatannya. Malam ini, sambil meninabobokan anak saya, coba putar lagu ini kembali di winamp.
Tataplah mataku… Adakah dirimu?
Wahai ksatriaku
kaulah yang ku tunggu
hampalah hidupku bila ku tanpamu
larutlah dalamku
biarlah menyatu dalam lamunanku
hanyalah dirimu… dirimu… dirimu
Genggamlah tanganku, bawalah diriku
Jangan kau biarkan diriku tenggelam dalam ketiadaan
kau lah kenyataan
Tiada berubah rasa ini hanya milikmu… kasihku
Didedikasikan untuk anak saya Syifa Adya Salsabila dan semua yang menyimpan harapannya pada orang yang dicintainya.
Ah terlelap juga akhirnya. Do’a ayah ibumu akan selalu menyertaimu Nak. I don’t know how to be a good father, but I know that I have to try.
Posted by udiens
Posted by udiens