RSS

Berbalas Klakson

01 Oct

Sudah kebiasaan saya kalau bepergian keluar rumah baik menuju ke kantor atau hanya sekedar jalan-jalan pasti sarana transportasi yang saya gunakan adalah Angkot (Angkutan Kota). Maklum, saya tidak punya sepeda motor dan belum punya keinginan untuk memakai sepeda motor (pengennya beli sepeda gunung… :-)).

Kali ini pengen cerita pengalaman naik angkot jurusan Kalapa-Cicaheum (via Aceh) beberapa hari yang lalu. Sudah menjadi ciri khas kalau jalanan di Bandung selalu macet dan penuh dengan kendaraan bermotor mulai dari sepeda motor, angkot (banyak banget nihhh…) sampai kendaraan pribadi. Ada satu masalah kecil (bagi sebagian besar orang) yaitu apakah ada undang-undang yang mengatur masalah klakson pada kendaraan bermotor? Kapan klakson boleh dibunyikan?

Saya sering bingung, sudah jelas-jelas jalanan macet, kenapa masih kepikiran untuk membunyikan klakson. Apakah dengan membunyikan klakson (apalagi berulang-ulang) itu akan memperlancar jalur lalu lintas? Satu kali mencet klakson saja sudah bising, apalagi diulang-ulang. dan yang parahnya lagi sebagian besar pengendara malah sering “berbalas klakson” (mending kalo berbalas pantun enak untuk didengar, ieu mah klakson kan gandeng).

Satu-satunya angkot yang saya suka (itupun supir yang saya kenal) adalah Cisitu-Tegalega. Pernah satu kali ketika pulang dari kampus menuju Tegallega terjebak macet di daerah cihampelas. Kondisinya seperti yang saya ceritakan diatas tadi, setiap orang bernafsu untuk membunyikan klakson. Si Supir malah curhat dan berkata pada saya: “Tuh Jang, tinggal jalmi ayena mah sakola weh laluhur, mobil aralus, tapi kalakuan teu nyakola. Geus nyaho macet di dieu teh, haben weh ngahurungkeun klakson”.

Muhun Pak, Lieur kanu hulu hayamna ge …. hehehe.

 
4 Comments

Posted by on October 1, 2007 in Footnote

 

4 responses to “Berbalas Klakson

  1. Rully

    October 1, 2007 at 2:58 pm

    didinya mun boga sapedah, make kelakson teu?:mrgreen:

     
  2. udiens

    October 1, 2007 at 3:37 pm

    @Rully:
    Make atuh… bunyinya kriiiing (by mouth)😀

     
  3. Rully

    October 1, 2007 at 3:47 pm

    di negara-negara maju seperti eropa, jepang, amerika, dsb jarang sekali orang menggunakan klakson. karena rasa solidaritas yang tinggi & disiplin berlalu lintas, maka klakson digunakan hanya untuk menghalau binatang.

    aturan lalu lintas masalah penggunaan klakson, kayaknya belum ada. masalah etika aja.

    /* mending ngelakson awewe nya gus?:mrgreen: */

     
  4. udiens

    October 1, 2007 at 3:51 pm

    @Rully:
    hahaha… pantesan ga maju2 ternyata yang nyupir binatang semua ya??
    Rul… masa wanita di”sama”kan dengan binatang?

    hehehehe.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: