RSS

Long Distance Tea Mah

11 Dec

Apa sih enaknya pacaran jarak jauh?

Pertanyaan sederhana yang cukup sering mampir ke telinga saya akhir-akhir ini. Sebenarnya malas untuk bahas masalah ini secara langsung, soalnya jawabannya bisa menghabiskan waktu berjam-jam, beberapa gelas kopi dan beberapa bungkus rokok. he he he. Satu lagi, karena saya ga terlalu suka dengan istilah pacaran, tidak sregg aja. (saya tidak punya alternatif kata lain). Jawaban yang paling singkat untuk pertanyaan tersebut adalah TIDAK TAHU atau menjawab pertanyaan dengan mengajukan pertanyaan lagi.πŸ™‚

Kalau yang bertanya orang yang lagi jomblo dan belum pernah long distance relationship biasanya dijawab dengan “Coba saja rasakan sendiri”.

Kalau yang sedang tidak jomblo jawaban yang paling pas adalah “Memang apa enaknya pacaran jarak dekat?“.

Kalau yang bertanya teman tetapi sudah menikah pertanyaannya menjadi: “Memang ada hubungannya antara jarak / lamanya berpacaran dengan kepastian terjadinya pernikahan?”

Kadang-kadang sering bingung sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Bagi saya pribadi, pertanyaan yang salah akan mengundang jawaban yang salah.

Kenapa pertanyaanya bisa salah?

Karena masalah hati itu susah untuk dimengerti, memerlukan banyak waktu dan kata untuk menjelaskannya.

ha ha ha… akhir-akhir ini sedang jadi konsultan cinta bagi beberapa klien yang sedang on fire dan off fire dengan pasangannya. Kamana atuh Cintah?

 
6 Comments

Posted by on December 11, 2007 in Ngacapruk

 

6 responses to “Long Distance Tea Mah

  1. Rully

    December 11, 2007 at 1:04 am

    bukannya yang dekat juga ada?:mrgreen:

     
  2. za

    December 12, 2007 at 10:35 am

    Dung-dung tak-tak, Rully, Rully. Ya Din, hal-hal yang kamu sebut itu, bersifat unik dan sangat menyangkut perasaan sekali.

    Jadi tidak bisa menyimpulkan benar/salah sebelum merasakan sendiri.

     
  3. rinies

    December 12, 2007 at 11:26 am

    @ A udiens: masalah hati ya?πŸ˜€
    @ rully: sedekat apa ly?? :p

     
  4. ipans

    December 12, 2007 at 2:53 pm

    boros pulsa …. ekh … itu mah bukan enaknya .. :))

     
  5. udiens

    December 13, 2007 at 4:13 am

    @ipans

    Bener juga mas ipans, resikonya kaliπŸ™‚
    Tapi saya heran mas, banyak juga pasangan yang bisa ketemu tiap hari, bisa jalan2 tiap malam minggu, bisa nonton bioskop bareng kapan saja, dan bisa candle light dinner tiap malam, masih saja sering sms dan telp tiap menit / jam bahkan sampai bela-belain beli hp cdma.

    lebih boros mana ya?πŸ™‚

     
  6. roisz

    December 14, 2007 at 4:29 am

    ada kesan tidak terungkap ketika kita memiliki hasrat -atau lebih tepatnya passion- untuk mencintai seseorang, ketika ruang, jarak dan waktu bisa terpecahkan oleh unsur teknologi, maka pemberian -saya kurang senang dengan istilah pengorbanan- akan terjawantahkan dalam bentuk-bentuk yang bisa ditolerir. kalau boros dan tidak, itu urusan perspektif aja aaah. hihihi

    mau jauh, mau dekat, yang penting niat, toh pacaran jarak dekat juga tidak bisa menjamin kelanggengan sebuah hubungan, salah-salah malah memperlebar jalan ke arah maksiat,… hehehe.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: