RSS

Jadi Penceramah???

17 Jan

Kemarin malam pada saat membeli basotahu yang mangkal di depan mesjid dekat rumah saya (jaraknya sekitar 20 m dari pagar rumah). Kebetulan saat itu ada salah satu pengajar mengaji yang sedang duduk dipelataran mesjid melihat anak-anaknya bermain di depan mesjid. Sapaan yang keluar dari mulut saya adalah tawaran untuk menikmati basotahu yang sedang saya beli. Tentu saja dia menolak tawaran baso tahu dari saya. Seperti biasanya kalau orang baik selalu menolak tawaran, atau mungkin dia sadar kalau saya itu cuma basa basi doang menawarkan baso tahu itu? he he he.

Sambil menunggu pesanan basotahu selesai, obrolan dengan pengajar itu berlanjut ke kondisi mesjid dan kondisi anak-anak yang sedang belajar dimesjid itu. Tak lama kemudian dia meminta lebih tepatnya mengajak belajar bareng menjadi penceramah. Sambil nyengir saya keluarkan saja jurus mengalihkan pembicaraan sebagai pengganti jawaban tidak untuk ajakannya itu, he he he. Ya gimana lagi, wong awak kagak mau dan kagak ngarti pula?. Kebetulan pesanan dah beres, jadi obrolannya disudahi saja dulu, padahal saya belum jawab alasannya🙂

Emang sih, keliatannya asyik bicara ini itu, ngeluarin surat sekian ayat sekian, tetapi kenapa dari sebanyak da’i yang banyak ini kondisi masyarakat tidak membaik. Apa yang salah? Apakah hal yang disampaikan oleh penceramah salah? Ah… saya rasa tidak mungkin. Soalnya kalau materinya tidak baik dan benar pasti dianggap aliran sesat? hehehe.

Atau pendengarnya saja yang bebal, berhati dan berkepala batu? Atau terlalu bodoh dan tidak mau mengakui kebodohannya?. Teringat sebuah percakapan dalam film Seven yang dibintangi Brad Pitt. Jika memakai bahasa saya, bahwa zaman sekarang ini dalam memberi tahu orang lain tidak cukup hanya dengan menepuk pundaknya kemudian diajak bicara dengan bahasa yang halus dan dengan cara baik-baik, tetapi harus menodongkan senjata api pada kepalanya baru orang itu mau mendengar. Gelo, sadis pisan!😀

Kembali ke cerita tentang ajakan tadi, da sayah mah jalmi bodo. Takut nanti ajaran yang keluar adalah ilmu lilin, memberi cahaya pada orang lain tapi dirinya sendiri ikut habis meleleh. Berusaha menjadi penonton dan pendengar yang baik saja dulu. Kalau setiap orang berbicara siapa yang jadi pendengarnya?. Wah mental yang payah!. Beruntung disekeliling saya masih banyak orang berilmu yang beramal soleh.

 
2 Comments

Posted by on January 17, 2008 in Ngacapruk

 

2 responses to “Jadi Penceramah???

  1. Rully

    January 19, 2008 at 10:28 am

    ayo gus, kamu bisa.:mrgreen:

     
  2. Ismed

    May 22, 2008 at 7:52 am

    Ayo Dien, aku juga dulu pernah di ajakan ngajar anak-anak di masjid, awalnya cuma bisa doa makan dan minum trus nambah yg lain trus dapat maisah (lumayan buat beli baso tahu) trus dapat calon istri trus aku nikah deh dgn yg sama ngajar juga.. he he… malah sekarang gak pernah ngajar lagi jadi seperti ada yg hilang dr hidup ini, ternyata memberi itu lebih mulia walaupun sedikit…maju terus Dien…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: